Insomnia adalah gangguan tidur yang membuat penderitanya sulit tidur atau sering terbangun saat tidur dan sulit untuk tertidur kembali. Insomnia yang parah bisa menurunkan kualitas hidup sehingga berdampak buruk pada kesehatan dan keselamatan penderitanya.
Kebutuhan tidur orang dewasa adalah sekitar 7–8 jam setiap malamnya. Sementara itu, anak-anak dan remaja membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak, yakni sekitar 9–13 jam setiap malamnya.
Insomnia bisa membuat penderitanya sulit untuk memulai atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Gangguan tidur ini dapat berlangsung selama beberapa hari atau minggu, yang biasanya disebabkan oleh stres. Insomnia juga bisa berlangsung selama 3 bulan atau lebih, yang terjadi karena kondisi medis atau penggunaan obat-obatan tertentu.
Penyebab Insomnia :
Insomnia bisa saja merupakan keluhan yang biasa terjadi dan tidak disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu. Di samping itu, insomnia juga dapat timbul akibat gangguan kesehatan, pola hidup tidak sehat, atau kebiasaan yang dilakukan sebelum tidur.
Beberapa kondisi atau gangguan kesehatan yang menyebabkan insomnia adalah:
- Stres, misalnya akibat kematian orang terdekat, perceraian, atau kehilangan pekerjaan
- Perubahan jadwal tidur, yang terjadi karena jet lag atau pergantian jam kerja
- Kebiasaan buruk yang dilakukan sebelum tidur, seperti makan banyak atau dekat dengan waktu tidur; bekerja atau menonton televisi di kamar tidur; serta bermain ponsel terlalu lama
- Kondisi lingkungan yang kurang nyaman untuk tidur, seperti suara bising, lampu yang terlalu terang, serta suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas
- Gangguan mental, seperti gangguan kecemasan, post-traumatic stress disorder (PTSD), atau depresi
- Nyeri yang berkelanjutan (nyeri kronis), misalnya akibat radang sendi atau nyeri punggung
- Gangguan tidur, misalnya sleep apnea atau restless legs syndrome
- Masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes, pembesaran prostat, asma, penyakit jantung, penyakit asam lambung (GERD), atau tiroid terlalu aktif (hipertiroidisme)
- Pola hidup yang tidak sehat, seperti kecanduan alkohol atau perokok berat
- Efek samping obat, misalnya penghambat alfa, antidepresan, obat asma, dekongestan, atau kortikosteroid
Faktor risiko insomnia
Insomnia dapat terjadi pada siapa saja. Namun, risiko terjadinya insomnia lebih tinggi pada orang dengan beberapa faktor berikut:
- Berusia di atas 60 tahun
- Berjenis kelamin wanita, karena mengalami perubahan hormon selama menstruasi, menopause, atau pada masa kehamilan
- Mengalami stres yang berat atau berlangsung dalam jangka panjang
- Menderita gangguan kesehatan tertentu, baik fisik maupun mental, terlebih yang sudah berlangsung lama
- Memiliki jadwal kegiatan yang berganti-ganti, misalnya pergantian jadwal dalam bekerja atau sering bepergian
- Mudah terganggu oleh suara, cahaya, atau gerakan kecil ketika tidur
- Mengalami rasa takut atau cemas saat tidur, misalnya akibat sering mimpi buruk